Ditulis bukan untuk menya-lahkan siapa pun, melainkan untuk menyuarakan apa yang selama ini diam. Untuk para guru yang pernah merasa sendiri. Untuk perempuan yang pernah merasa tak berdaya. Untuk siapapun yang sedang berjuang sebagai Guru Garis Depan (GGD) dengan segudang harapan dan semangat. Tapi siapa sangka, jalan yang saya lalui justru penuh duri. Saya tidak hanya diuji secara fisik, tapi juga mental, sosial, bahkan spiritual.
Buku ini adalah perjalanan saya dari tahun 2017 hingga 2025. Bertarung dalam senyap. Saya berharap kisah ini bisa menjadi pelita kecil. Bahwa walaupun kita rapuh, kita tetap bisa berdiri. Bahwa meski tak semua luka bisa disembuhkan, tapi dari sanalah sayap-sayap kekuatan tumbuh.
Penulis menggunakan nama samaran Aurelya Nayyara dalam buku ini demi menjaga privasi dan keamanan beberapa pihak. Namun demikian, seluruh kisah yang dituturkan berdasarkan kejadian nyata dan pengalaman pribadi yang autentik.
Semoga buku ini menjadi pengingat: bahwa kita bisa terluka, tapi kita tidak harus menyerah.








