Enam jam, bukan jarak yang dekat, bukan waktu yang
singkat. Butuh perjuangan untuk sampai kesana,
berjuang dari pegalnya badan, berjuang dari rasa
kantuk, berjuang dari rasa lapar dan haus, berjuang
menahan dinginnya deras air hujan di pagi itu. Ini
cerita tentang kami, sembilan manusia beruntung
yang diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan di
muka bumi.
Momen ramadhan dan lebaran yang biasanya
dikelilingi oleh keluarga, untuk pertama kalinya
kandas pada tahun ini. Kami mendapat amanah untuk
bertugas, di desa indah yang terletak di bumi rafflesia
paling selatan.
Kami yang awalnya keberatan atas takdir-Nya,
bertanya-tanya. Kenapa kami harus meniti jalan jauh
sekali? Namun siapa sangka, berpisah tak kalah
menyakitkannya, bahkan lebih sakit. Kami bertanya
lagi, apakah bisa kami kembali ke desa indah ini?
Menikmati riuh ombaknya, semilir angin malam,
hebohnya anak-anak saat kami tiba, juga senyum
warga yang menyambut kami dengan hangat. Suatu
hari, semoga kami bisa kembali, aamiin.







