Tata busana dalam masyarakat Aceh bukan hanya sekadar soal penampilan luar, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai dan norma yang dijunjung tinggi, baik yang berkaitan dengan budaya lokal maupun agama. Pakaian tradisional Aceh, yang dikenal dengan kekayaan motif dan ciri khasnya, memiliki arti yang mendalam dan melambangkan kebanggaan serta penghormatan terhadap tradisi. Namun, seiring berjalannya waktu dan masuknya pengaruh globalisasi, muncul tantangan dalam mempertahankan ciri khas tata busana tersebut, di tengah arus
modernisasi dan perubahan zaman.
Qanun Aceh, sebagai aturan yang berlaku di daerah ini, berperan dalam menjaga dan melestarikan tata busana yang sesuai dengan norma-norma agama dan budaya. Qanun ini mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari kewajiban berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam hingga regulasi terkait pakaian bagi aparatur sipil negara, pelajar, dan masyarakat umum dalam berbagai acara. Oleh karena itu, pemahaman terhadap tata busana berdasarkan Qanun Aceh sangat penting, terutama untuk memahami hubungan antara budaya,agama, dan hukum dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Penulisan buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tata busana tradisional Aceh, menyajikan peran Qanun Aceh dalam pengaturan tata busana, mengkaji pengaruh syariat islam terhadap tata busana di Aceh, menelaah tantangan dan perubahan dalam tata busana Aceh, menyajikan solusi untuk pelestarian tata busana tradisional dan sebagai sumber referensi untuk peneliti dan penggiat budaya.








